Share:

Share on facebook
Share on twitter
Share on whatsapp

Apa itu DNS? Baca Pengertian, Fungsi, Kelebihan dan Cara Kerja DNS

Daftar Isi

Apa itu DNS? DNS adalah singkatan dari Domain Name System. Fungsi DNS yaitu mengubah URL website ke dalam bentuk IP Addres. Tanpanya, kamu harus mengetikkan IP Address secara manual dan lengkap saat mengunjungi sebuah website.

Bagi kamu yang masih awam dengan dunia internet mungkin masih belum terlalu familiar dengan istilah DNS.

Tenang saja, karena materi artikel kali ini akan membahas pengertian DNS, dan cara kerja DNS secara lengkap. Penasaran? Simak sampai selesai ya!

Apa Itu DNS?

apa itu dns

DNS atau Domain Name Server merupakan sistem untuk menyimpan informasi dalam sebuah data di jaringan komputer yang dihubungkan dengan Internet Protocol Address (IP Address).

Untuk mengakses internet, kamu harus mengetikkan IP Address sebuah website. Cara tersebut cukup merepotkan. Karena kamu harus memiliki daftar IP Address website yang dikunjungi dan menggunakannya secara manual.

Dengan adanya DNS, hal tersebut dapat diatasi dengan mudah. Kamu hanya perlu mengingat nama domain dan menggunakannya di address bar saja. Setelah itu DNS akan menerjemahkan nama domain itu ke dalam IP Address yang sesuai.

Contohnya, kamu ingin mengakses Google. Daripada harus mengetikkan 172.217.0.142 ke address bar, kamu hanya perlu mengetikkan Google.com saja.

Baca juga 7 Penyebab Website Down dan Cara Mengatasinya!

Fungsi DNS

apa itu dns

Dari penjelasan diatas tadi, pastinya kamu sudah memiliki gambaran apa saja fungsi DNS. Namun, agar lebih jelas, berikut ini adalah beberapa fungsi DNS yang harus diketahui. Apa saja?

  1. Menyelamatkan IP Address untuk setiap hostingan dan melakukan pencarian dengan cepat.
  2. Melakukan pencarian data cache.
  3. Menerjemahkan IP Address ke nama domain, begitu juga sebaliknya.
  4. Mendata semua server yang menerima email di setiap domain.
  5. Mencari server yang tepat untuk mengirim email.
  6. Menghafal semua IP Address dari setiap situs website.
  7. Membuat browser lebih mudah mengidentifikasi alamat website.
  8. Meminta informasi URL website berdasarkan IP Addres.

Itulah beberapa fungsi DNS, cukup banyak bukan? DNS bekerja secara otomatis saat kamu sedang mengakses internet.

Kelebihan DNS

apa itu dns

Nah, sebelum masuk ke bagaimana cara kerja DNS, ada baiknya jika kita mengetahui apa saja kelebihan DNS. Berikut ini adalah beberapa kelebihan atau manfaat penggunaan DNS dalam aktivitas berinternet:

  1. Lebih aman. Saat menggunakan sistem DNS, semua aktivitas transfer data online akan melalui server DNS dengan keamanan yang terjamin. Sehingga tidak mungkin terjadi pencurian data-data oleh oknum tidak bertanggung jawab.
  2. Mudah dikonfigurasi. Saat ada kendala pada IP Addres yang digunakan, kamu bisa mengganti dengan IP berbeda. Caranya cukup mudah, yaitu melakukan update data pencocokan DNS dan IP Addres.
  3. Konsisten dalam penggunaan. Kamu bisa menggunakan nama DNS yang sama meskipun ada perubahan alamat IP. Dengan begitu, akses pengunjung ke salah satu website tetap bisa dilakukan walaupun alamat IP berubah.
  4. Mudah berinternet. Daripada harus mengingat deretan angka IP Address, pastinya lebih mudah untuk mengingat nama website atau domainnya.

Setelah mengetahui kelebihan DNS, kini saatnya belajar lebih lanjut tentang bagian-bagian dari DNS.

Simak juga Cara Setting CloudFlare di WordPress Gampang Banget!

Cara Kerja DNS

apa itu dns

Cara kerja DNS yaitu mencocokkan nama komponen URL dengan komponen alamat IP. Setiap URL dan alamat IP memiliki bagian-bagian yang saling berhubungan satu sama lain.

Sederhananya begini, anggap saja kamu mencari buku di perpustakaan. Saat mencari buku, kamu pasti akan diberikan kode yang mengarah ke tempat buku tersebut. Kode buku itu dinamai Dewey Decimal System (DDS).

Kode tersebut terdiri dari kode topik buku, kode nama belakang penulis dan kode tahun buku diterbitkan. Kira-kira seperti itulah prinsip yang diterapkan DNS.

DNS bekerja dalam tahapan-tahapan, mulai dari proses meminta informasi atau DNS query hingga ke tahapan akhiy yaitu authoritative nameserer. Berikut ini penjelasannya.

DNS Query

DNS Query adalah istilah teknis untuk meminta informasi alamat IP. Tahap ini dimulai saat kamu mengetikkan URL ke address bar. Kemudian server DNS akan mencari informasi di file hosts.

Jika informasi tidak ditemukan, maka server akan mencari rekam informasi lain yang tercatat di sistem atau disebut juga cache. Pada tahapan ini terdapat tiga jenis DNS Query, yaitu:

1. Recursive Query

User mengetikkan nama domain kemudian DNS Resolver memberikan jawaban. Ada dua jawaban yang diberikan. Pertama, menampilkan informasi relevan setelah mencari di Root Server maupun Authoritative Name Server.

Jawaban kedua, browser menampilkan pesan error karena informasi tidak bisa ditemukan.

2. Iterative Query

User memasukkan hostname, kemudian DNS resolver mencari cache yang relevan di memori. Jika tidak ditemukan, resolver DNS akan mencari informasi di Root Server dan Authoritative Name Server yang paling relevan dengan DNS zone.

3. Non-recursive Query

Proses ini adalah pencarian informasi tercepat, karena tak perlu mencari di Root Server atau Authoritative Name Server karena data yang dicari sudah tersimpan dalam cache.

DNS Recursor atau DNS Recursive Resolver

Saat user memasukkan URL dan tidak menemukan hasil yang valid di cache, sistem ini akan mencari informasi dalam cache penyedia internet atau internet service provider (ISP).

Root Name Server

Saat informasi yang dicari tidak bisa ditemukan ISP, maka sistem akan mencari informasi tersebut ke root name server.

Root name server adalah database yang menjawab pertanyaan mengenai nama domain dan alamat IP.

Meskipun server ini tidak memiliki jawaban tepat untuk informasi yang dicari, namun root name server bisa meneruskan informasi ke pihak yang lebih mengetahui.

TLD Name Server

Dari name server tadi, sistem membaca jenis informasi yang dicari dari top-level domain. TLD name server memiliki server spesifik, dengan membaca informasinya sistem akan meneruskan pencarian ke server yang benar-benar memiliki data yang dicari.

Authoritative Name Server

Authoritative name server memiliki semua informasi lengkap mengenai situs website yang dituju. Saat informasi sesuai dengan permintaan, maka browser akan menampilkan situs web atau halaman yang relevan.

Macam-Macam DNS

Berikut ini adalah beberapa contoh DNS tercepat yang paling sering dijumpai, yaitu:

  • CNAME Record, digunakan untuk me-redirect domain ke sebuah alamat IP.
  • MX Record, merekam server SMTP yang digunakan khusus untuk saling berkirim email.
  • AAA Record, menyimpan informasi hostname dan hubungannya dengan alamat IP (Ipv6 Address).
  • A Record atau Addres Record, menyimpan informasi tentang hostname,time to live dan Ipv4 Address.
  • NS Record, merujuk ke subdomain pada authoritative name server yang diinginkan.

Cara Setting DNS Domain

apa itu dns

Berikut ini adalah cara setting DNS dengan mudah:

  1. Login cPanel
  2. Cari bagian Domains
  3. Klik Zone Editor
  4. Pilih domain dan klik Manage
  5. Tambahkan record sesuai yang dibutuhkan. Contohnya A, AAAA, CAA, MX, SRV, CNAME atau TXT
  6. Simpan record
  7. Tunggu prose propagasi hingga 1×24 jam
  8. Setting DNS selesai dilakukan

Kesimpulan

Nah, itulah pembahasan mengenai apa itu DNS. Intinya, DNS merupakan sistem yang memudahkan user dalam melakukan browsing di internet. Kamu tak perlu mengingat deretan angka untuk mengakses suatu situs.

Karena, hanya dengan mengingat nama domain saja server DNS akan menerjemahkannya ke IP Address tujuan.

Setelah membaca artikel kali ini, harapannya kamu sudah memahami tentang apa itu DNS lengkap bagaimana cara mengaturnya.

Jangan lupa meninggalkan komentar dan share ke teman-teman ya. Terimakasih dan sampai jumpa di artikel selanjutnya.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

© Bamaha Digital 2021

Mitra Bisnis Online Anda

Share on facebook
Share on twitter
Share on whatsapp
Share on telegram