Share:

Share on facebook
Share on twitter
Share on whatsapp

9 Cara Memulai Bisnis Online dengan Mudah bagi Pemula

Daftar Isi

Cara memulai bisnis online bisa dipelajari oleh siapapun, apalagi bagi pemula seperti kamu. Kita pasti bisa sukses memulai bisnis online asalkan menggunakan panduan yang tepat, seperti panduan di artikel kali ini.

Kamu akan belajar tentang bagaimana cara memulai bisnis online bagi pemula. Mulai dari menentukan produk yang akan dijual hingga memasarkan produk tersebut. Agar lebih jelas simak penjelasan dibawa ya!

Cara Memulai Bisnis Online bagi Pemula

Bisnis Online

Di era sekarang ini semuanya berbasis online dan digital, seperti online shop. Banyak yang memulai bisnis tersebut seperti pelajar, mahasiswi hingga ibu rumah tangga. Biasanya mereka menjual online shop baju, jilbab, sepatu dan lain lainnya yang menguntungkan.

Banyak yang berjualan menggunakan media sosial seperti di Facebook, Instagram hingga menggunakan aplikasi belanja di shopee. Mengapa bisnis online shop begitu diminati? Karena bisnis tersebut bisa dibilang mudah dan biasanya tanpa modal untuk pelajar.

Kali ini kita akan membahas bagaimana cara memulai bisnis online dengan sembilan langkah utama. Apa saja? Berikut ini lengkap dengan penjelasannya!

1. Menemukan Masalah yang Dihadapi Pasar

Produk merupakan komponen penting dalam bisnis online. Produk yang sesuai dengan kebutuhan pasar adalah potensi untuk memenangkan pasar tersebut. Jika menyediakan produk yang tidak diinginkan pasar maka kemungkinan besar bisnis bisa gagal.

Jadi ketika ingin memulai bisnis online, bisnis dengan jenis apapun, pertama kali yang harus dipikirkan adalah produk tersebut apakah dibutuhkan oleh pasar? Apakah produk kami menyelesaikan masalah konsumen? Berikut cara menemukan masalah tersebut.

a. Mengidentifikasi masalah yang dihadapi konsumen

Cara menemukan produk yang dibutuhkan pasar yaitu mencari dan mengidentifikasi masalah seperti apa yang dihadapi pasar. Kamu harus melakukan observasi lapangan untuk menemukan masalah yang dihadapi oleh calon konsumen.

b. Mencari business opportunity di mana saja

Untuk menemukan masalah yang tepat jangan terpaku pada asumsi kamu sendiri, kamu bisa melakukan observasi di internet, forum review, marketplace, media sosial hingga grup Facebook.

Atau bisa juga melakukan observasi secara langsung seperti melakukan interview singkat untuk mendapatkan insight langsung dari orang-orang yang menghadapi masalah tersebut.

c. Pilih masalah dengan potensi bisnis

Jika sudah dapat mengidentifikasi masalah yang dihadapi pasar, maka saatnya memilih masalah mana yang bisa kamu atasi. Karena tidak semua masalah tersebut bisa dijadikan potensi bisnis.

2. Riset Pasar

Jika sudah menemukan masalah dengan potensi bisnis maka langkah selanjutnya adalah melakukan riset pasar. Melakukan riset pasar akan membantu menemukan ide bisnis online yang unik.

Sehingga kamu bisa mengambil keputusan yang didasari data-data objektif bukan sekedar opini dan asumsi.

a. Riset Keyword

Cara paling gampang untuk melihat tren bisnis online adalah riset keyword di mesin pencari, apa yang dicari orang ketika mencari masalah tersebut di search engine bisa menjadi data yang bisa kamu temukan solusinya.

Lalu, kamu juga perlu melihat tren pencariannya, keyword apa saja yang berhubungan, berapa besar volume pencarian hingga lokasi asal pencariannya. Kamu bisa menggunakan keyword tool untuk melakukan riset kata kunci.

b. Melihat tren di media sosial

Selain melakukan riset keywords di Google, kamu juga bisa melakukan observasi tren yang ada di media sosial.

Tulis kata kunci yang ingin kamu cari kemudian muncul berbagai postingan orang-orang tentang masalah tersebut.

c. Bergabung ke forum

Para konsumen biasanya memiliki forum atau grup sendiri untuk membahas produk yang diinginkan. Misalnya customer skincare dan makeup memiliki forum seperti Female daily. Maka kamu bisa ikut bergabung ke forum tersebut.

d. Membuat Survei

Setelah memiliki temuan di mesin pencari forum online dan media sosial, kamu bisa membuat survei. Dari survei tersebut kamu bisa mendapatkan informasi yang lebih detail lagi.

Selain itu, kamu juga bisa menampung saran dan juga masukan dari para konsumen, sehingga bisa mempermudah bisnis online kamu.

3. Menganalisis Kompetitor

bisnis online

“Keep ur friends close and your enemies closer” pepatah tersebut bisa diaplikasikan saat ingin memulai bisnis. Kamu bisa mendekati kompetitor dan mempelajari mereka.

Seperti apa kelebihan mereka, bagaimana caranya mendekati konsumen hingga kekurangan mereka.

Dengan begitu kamu bisa menentukan produk yang tepat untuk bersaing dengan mereka. Berikut langkah-langkah untuk menganalisis persaingan dengan kompetitor:

a. Kelompok kompetitor

Berikut adalah tiga kelompok utama kompetitor, yaitu:

  • Kompetitor utama, target pasar dan produknya sama dengan kamu.
  • Kompetitor sekunder, menawarkan produk sama namun target pasarnya berbeda. Misalnya bisnis franchise minuman maka kompetitor sekunder kamu adalah cafe.
  • Kompetitor tersier, mereka berkompetisi dengan target pasar kamu dan juga memiliki produk yang masih berhubungan dengan produk kamu.

Mengelompokkan kompetitor membantu kamu fokus ke prioritas utama, yaitu menganalisis persaingan.

b. Mengunjungi website kompetitor

Setelah mengelompokkannya, kamu bisa memulai menganalisis mereka. Salah satu caranya adalah mengunjungi website mereka. Berikut adalah beberapa pertanyaan yang bisa membantu kamu mengidentifikasi website mereka:

  • Apa produk merek? Bagaimana cara menampilkan produk dan detailnya?
  • Bagaimana deskripsi produknya? Sedetail apa informasi yang diberikan?
  • Seperti apa CTA di website mereka?
  • Apakah mereka memberikan newsletter? Jika iya, apa keuntungan yang diberikan kepada subscribers?
  • Bagaimana cara menampilkan media sosial di website?
  • Seberapa cepat loading websitenya?
  • Apakah website sudah mobile friendly?
  • Apakah mereka memiliki blog? Lalu apa kontennya?
  • Apakah menyediakan layanan bantuan selama 24 jam? Metode customer service seperti apa yang disediakan?
  • Coba layanan support mereka dan perhatikan berapa lama waktu yang dibutuhkan untuk merespon kamu.
  • Apakah memiliki halaman khusus promosi? Promosi apa yang mereka tawarkan? Webesarapa sering mengadakan promosi?
  • Apa saja menu utama di websitenya?
  • Apakah menampilkan testimoni konsumen di website?
  • Metode pembayarannya apa saja?
  • Apa metode pengiriman barang yang disediakan?

Daftar pertanyaan tersebut diatas hanyalah sebagian kecil saja, namun tidak ada salahnya jika kamu menggunakannya.

c. Mengunjungi media sosial kompetitor

Setelah mengunjungi website resmi mereka, maka kamu juga harus mengunjungi media sosialnya. Berikut beberapa pertanyaan yang bisa membantu kamu:

  • Media sosial apa saja yang digunakan?
  • Seberapa aktif mereka memposting konten baru?
  • Apakah mereka responsif terhadap komentar customer?
  • Bagaimana konsep postingan mereka?
  • Apakah memanfaatkan influencer? Jika iya siapa influencenya?
d. Mencari review kompetitor

Menganalisis media sosial dan website saja tidaklah cukup, kamu juga harus melihat review pelanggannya. Berikut daftar pertanyaan yang membantu kamu menganalisis review pelanggan:

  • Apa yang membuat pelanggan puas?
  • Apa yang dikeluhkan oleh pelanggan?
  • Apakah harga produk terlalu mahal atau sudah pas?
  • Berapa lama waktu yang dibutuhkan untuk mengirim barang?
  • Fitur yang paling penting untuk pelanggan apa?
  • Apakah pelanggan sudah puas dengan layanan customer servicenya?
  • Apa yang diharapkan pelanggan dari produknya?
  • Apakah produk Mereka sudah cukup menyelesaikan masalah pelanggan?
e. Mengidentifikasi market positioning kompetitor

Setelah melakukan keempat poin di atas, kamu bisa menyimpulkan market positioning kompetitor kamu. Market positioning adalah image produk di mata pelanggan.

Untuk mempermudah identifikasinya kamu bisa menggunakan pertanyaan dibawah ini:

  • Apa yang dicari pelanggan dari produk kompetitor? Apakah mereka mencari harga murah? Mencari kualitas? Atau mencari manfaat tertentu?
  • Apa yang ditonjolkan kompetitor untuk memenangkan target pasar? Fitur dan manfaat apa yang paling sering ditonjolkan di promosinya?
  • Apa keunikan produk tersebut?
f. Membandingkan harga kompetitor

Harga adalah salah satu hal yang selalu dipertimbangkan pelanggan ketika ingin membeli sebuah produk. Karena itulah kamu harus membandingkan harga produk semua kompetitor kamu. Berapa rata-rata harganya dipasaran?

Dan di angka berapa para pelanggan rela mengeluarkan uangnya untuk membeli produk tersebut.

4. Mencari Model Bisnis

Riset tidak berhenti di target pasar dan produk yang akan dijual. Langkah selanjutnya adalah perlunya memilih model bisnis seperti apa yang paling menguntungkan. Karena meskipun produk sama cara menjualnya berbeda-beda.

Contohnya, kamu ingin menjual tablet khusus untuk membaca ebook. Jika memiliki modal yang cukup, kamu bisa menyetok beberapa barang secara fisik untuk dijual melalui marketplace maupun website.

Namun jika modal belum cukup, maka bisa bekerja sama dengan supplier melalui sistem dropship. Dengan begitu kamu tak perlu khawatir dengan stok produk dan modal.

Jika kamu merasa nyaman menjadi blogger, maka bis bekerja sama dengan brand untuk mempromosikan produk. Hal tersebut tidak melibatkan penjualan produk secara fisik. Dengan begitu kamu bisa terlibat dalam skema affiliate marketing atau publisher via Google Adsense.

Dengan skema tersebut, kamu akan mendapatkan kode atau link yang dipakai oleh pelanggan untuk berbelanja. Jika mereka berbelanja menggunakan link atau kode spesifik tersebut kamu akan mendapatkan komisi.

5. Menentukan Target Pasar

bisnis online
bisnis online

Setelah melakukan keempat poin tersebut di atas, maka langkah selanjutnya dari cara memulai bisnis online bagi pemula adalah menentukan target pasar.

Target pasar merupakan kelompok orang dengan karakteristik sama yang mungkin akan membeli produk kamu.

Dengan target pasar yang spesifik, kamu bisa menjual produk dengan lebih mudah. berikut cara menentukan target pasar!

a. Pengelompokan target pasar

Ada dua faktor utama untuk mengelompokkan target pasar, yaitu:

  • Demografi, terdiri dari umur, lokasi, gender, pendapatan, tingkat pendidikan, status perkawinan, pekerjaan dan latar belakang etnis.
  • Psikografi, terdiri dari ketertarikan, hobi dan nilai-nilai yang dianut.

Nah, disini kamu harus memperkirakan calon konsumen menggunakan data-data yang sudah didapatkan pada langkah-langkah sebelumnya.

b. Membuat buyer persona dengan spesifik

Setelah mengumpulkan data diatas kini saatnya membuat buyer persona. Buyer persona merupakan gambaran ideal dari pelanggan. Untuk membuatnya, dibutuhkan sesi interview dengan beberapa pelanggan.

Ada dua jenis buyer persona, yaitu buyer persona negatif dan positif. Buyer persona negatif adalah pelanggan yang tidak memiliki potensi untuk membeli produk kamu, sedangkan buyer persona aktif adalah mereka yang memiliki potensi untuk membeli.

Contohnya, brand high class seperti Gucci dan Versace. Buyer persona positifnya adalah orang dari kalangan ekonomi atas. Dan buyer persona negatifnya adalah kalangan ekonomi menengah kebawah.

Dengan membatasi target pasar di kelompok tertentu akan membantu kamu fokus untuk menguasai target pasar tertentu.

6. Produk Apa Saja yang Bisa Dijual Secara Online?

Cara memulai bisnis online belum sempurna jika kamu masih bingung menentukan produk apa saja yang bisa dijual secara online. Produk yang dijual tentunya harus sesuai dengan target pasar dan penyelesaian masalah.

Berikut ini adalah beberapa contoh jenis produk yang bisa dijual secara online:

  • Jasa, mulai dari booking hotel, pengiriman barang, pemesanan tiket hingga online marketing.
  • Produk fisik atau digital, mulai dari snack, pakain, perhiasan, handphone, alat kesehatan, ebook hingga software.

7. Membuat Website

Memulai bisnis online belum lengkap jika tidak membuat website. Mengapa harus website? Karena pelanggan yang menginginkannya. Selain itu, website juga menaikkan kredibilitas kamu.

Biasanya para calon customer akan melihat kredibilitas toko terlebih dahulu sebelum memutuskan membeli produk dari kamu. Jika mereka yakin akan kredibilitas bisnis online kamu, mereka pasti yakin untuk bertransaksi atau membeli.

8. Memasarkan Produk dengan Strategi yang Tepat

 

Langkah dari cara memulai bisnis online adalah dengan memasarkan bisnis yang sudah kamu buat. Meskipun pemasaran secara online, kamu tidak boleh asal-asalan ya. Kamu memerlukan strategi yang tepat. Berikut strategi yang bisa kamu lakukan:

a. Menggunakan Google Bisnisku

Kamu bisa mendaftarkan bisnis online di Google Bisnisku. Salah satu fitur yang disediakan oleh Google tersebut akan mempermudahkan calon pelanggan untuk mengetahui informasi lengkap tentang bisnis kamu.

Mulai dari nama bisnis, alamat, nomor telepon, alamat email, jam operasional hingga website kamu. Meskipun terlihat sepele, namun dengan menggunakan Google Bisnisku maka bisnis kamu bisa muncul di maps, review pelanggan hingga menjadi media komunikasi untuk para pelanggan.

b. Optimasi SEO

Agar website mudah ditemukan oleh pelanggan di Google, maka wajib melakukan optimasi SEO. Dengan melakukan optimasi tersebut website kamu bisa muncul di halaman pertama pencarian Google.

Baca Apa itu SEO? Pengertian SEO,Contoh dan Cara Kerjanya untuk mengikuti langkah-langkahnya.

c. Memaksimalkan media sosial

Setelah melakukan optimasi di website, maka langkah selanjutnya adalah memanfaatkan media sosial atau Social Media Marketing dengan maksimal. Karena sekarang masyarakat sudah sangat aktif di jejaring media sosial.

Dengan begitu kamu bisa memanfaatkannya dengan melakukan promosi dan strategi yang tepat agar iklan tersebut diterima oleh target pasar atau calon konsumen kamu.

9. Mempertahankan Pelanggan Setia

bisnis online

Selain menarget pelanggan baru, kamu juga harus mempertahankan pelanggan setia. Caranya dengan mengapresiasi mereka, menangani keluhan dan memberikan customer service atau support dengan baik.

Tanpa hal itu, pelanggan bisa pergi dan tidak akan membeli lagi. Kamu bisa menggunakan loyal card, yaitu ketika pelanggan membeli mereka akan mendapat poin. Pada poin yang telah ditentukan pelanggan bisa mendapat hadiah atau produk gratis.

Selain itu, kamu juga bisa melakukan penawaran melalui Email marketing. Karena pelanggan tidak setiap har melihat website dan mengecek media sosial kamu. Karena itu, bisa melakukan promosi menggunakan email marketing yang langsung dikirim ke mereka.

Kamu bisa membaca Pengertian Email Marketing, Fungsi, Tujuan dan Contohnya agar lebih paham.

Kesimpulan

Nah, itu tadi cara memulai bisnis online bagi pemula. Dengan langkah-langkah tersebut diatas pastinya kamu bisa membuat bisnis online yang berkualitas. Harapannya kamu bisa memahaminya dengan mudah dan langsung menerapkannya.

Jika ada pertanyaan maupun kritik dan saran, kamu bisa meninggalkan komentar di kolom yang sudah tersedia dibawah ini ya. Sampai jumpa di artikel selanjutnya!

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Perusahaan yang bergerak di bidang Website Development dan Digital Marketing sejak 2017. Dengan pengalaman unlimited feature & request, layanan yang Kami berikan adalah sesuai dengan permintaan Anda.

Layanan Kami

0857-3343-3146

Senin - Minggu 08.30 - 21.00 WIB

sales@bamahadigital.com

Informasi via email, kirim email

0857-3343-3146

Chat whatsapp admin

Ponorogo, Jawa Timur

Grand Lawu Residence, A7

© Copyright [year] | BAMAHA DIGITAL | All Rights Reserved

Share on facebook
Share on twitter
Share on whatsapp
Share on telegram
Share on linkedin